HABAKITA – Tani Merdeka Indonesia bersama Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menggelar aksi damai di depan Gedung DPR RI, Jakarta.
Sekitar 3.000 massa aksi tersebut menyatakan dukungan terhadap arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpihak kepada rakyat.
Aksi diikuti petani, pedagang pasar, pelaku UMKM, nelayan, serta berbagai elemen masyarakat dari sejumlah daerah. Massa membawa spanduk dan menyampaikan aspirasi terkait pentingnya pembangunan ekonomi yang memberi ruang lebih besar bagi masyarakat kecil untuk berkembang.
Suasana aksi berlangsung tertib. Massa menyuarakan dukungan terhadap penguatan ekonomi kerakyatan yang dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat bawah.
Wakil Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia, Aiman Adnan, mengatakan ekonomi nasional harus dibangun dengan keberpihakan yang nyata kepada rakyat kecil, bukan hanya menguntungkan kelompok tertentu.
Menurut Aiman, petani, pedagang pasar, nelayan, dan pelaku usaha kecil merupakan bagian penting dalam perekonomian nasional. Kelompok tersebut, kata dia, membutuhkan perlindungan dan kesempatan yang setara agar mampu tumbuh di tengah persaingan usaha.
“Bagi kami, ekonomi Indonesia tidak boleh hanya menguntungkan kelompok besar atau segelintir orang. Petani, pedagang pasar, nelayan, UMKM, dan masyarakat kecil harus mendapat perhatian dan kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Aiman Adnan.
Aiman menilai arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo memiliki kesamaan dengan amanat konstitusi, terutama Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan ekonomi sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dan keadilan sosial.
“Kami melihat arah ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, yaitu ekonomi yang dibangun dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan keadilan sosial,” katanya.
Aksi tersebut juga menjadi ruang penyampaian sikap Tani Merdeka dan APPSI terhadap berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat kecil.
Massa menyatakan dukungan terhadap ekonomi kerakyatan yang dinilai harus memberi manfaat bagi rakyat banyak. Kehadiran negara dianggap penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi dan melindungi kelompok usaha kecil agar tidak tertinggal.
Tani Merdeka dan APPSI juga mendukung langkah pemerintah melawan praktik ekonomi yang merugikan masyarakat, termasuk monopoli, kartel, dan permainan harga yang berdampak pada petani maupun pedagang pasar.
Aiman menegaskan praktik semacam itu tidak boleh dibiarkan karena dapat memperlemah ekonomi rakyat.
Kelompok massa turut mendorong penguatan koperasi dan ekonomi desa. Koperasi dinilai dapat menjadi sarana bagi petani dan pedagang memperoleh akses modal, memperluas usaha, dan mendapatkan pasar yang lebih baik.
Persoalan perlindungan petani dan pedagang pasar juga menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Massa meminta pemerintah menjaga harga hasil pertanian, memperbaiki sistem distribusi pangan, serta memperkuat keberadaan pasar rakyat agar kesejahteraan petani dan pedagang meningkat.
Tani Merdeka Indonesia dan APPSI menilai pembangunan ekonomi nasional juga harus berjalan sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Aiman menyebutkan ekonomi kerakyatan mencerminkan pengamalan sila kedua, ketiga, dan kelima Pancasila yang menekankan nilai kemanusiaan, persatuan, serta keadilan sosial.
“Mendukung pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam ekonomi nasional. Kami memandang ekonomi kerakyatan mencerminkan pengamalan Pancasila, khususnya sila ke-2, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sila ke-3, Persatuan Indonesia, dan sila ke-5, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Karena itu, pembangunan ekonomi harus dijalankan dengan semangat keadilan, persatuan, dan kesejahteraan bersama,” ujar Aiman.
Aiman mengatakan dukungan tersebut lahir dari harapan agar pembangunan ekonomi nasional semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bawah. Kebijakan ekonomi, menurut dia, harus mampu menghadirkan kesejahteraan yang merata.
“Kami percaya Indonesia bisa lebih kuat jika ekonomi dibangun dengan semangat kebersamaan dan keberpihakan kepada rakyat,” katanya.[]


