Sabtu, Januari 24, 2026
BerandaBerita TerkiniTiga Agen Sindikat...

Tiga Agen Sindikat Penyelundupan Rohingya Masih DPO

HABAKITA – Polres Aceh Timur menetapkan tiga orang tersangka yang diduga sebagai agen sindikat penyelundupan imigran Rohingya, mereka masih dalam pencarian.

“Ketiga tersangka ini diduga terlibat dalam penyelundupan imigran Rohingya ke Aceh Timur,” kata Iptu Adi Wahyu Nurhidayat, Kepala Satuan Reskrim Polres Aceh Timur, Rabu, 6 November 2024.

Ketiga agen tersebut adalah Molofi Abdul Rohim, warga Myanmar yang tinggal di Malaysia, Muhammad Nyu, dan Herman, warga Indonesia. Herman diduga menghubungkan jaringan di Indonesia.

Polisi mengungkapkan bahwa penyidik masih mencari ketiga agen tersebut, namun mereka belum dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Ketiga agen sulit dilacak karena menggunakan telepon satelit.

Baca juga:  Harga Pangan Nasional, Cabai Rawit Merah Rp48.600 per Kg

Tiga pelaku yang telah ditangkap mengaku berkomunikasi dengan ketiga agen melalui telepon satelit. Sindikat ini terlibat dalam penyelundupan imigran ke Aceh Selatan.

Pelaku yang ditangkap di Aceh Timur adalah MH (41), nakhoda kapal dari Myanmar, IS (38), warga Aceh Timur yang menjemput imigran, dan AY (64), pemilik kapal motor yang mengangkut imigran.

Mereka ditangkap di lokasi berbeda di Aceh Timur pada 31 Oktober 2024 dan kini diamankan di Polres Aceh Timur untuk penyidikan lebih lanjut.

Penyelundupan dimulai setelah 91 imigran Rohingya mendarat di pesisir pantai Aceh Timur pada 31 Oktober. Enam di antaranya ditemukan meninggal.

Baca juga:  Gerindra Belum Tentukan Sikap Soal Ambang Batas Parlemen

Dari hasil penyelidikan, ketiga pelaku menerima bayaran dari agen Molofi Abdul Rohim, dengan jumlah yang bervariasi, termasuk uang untuk memperbaiki kapal yang digunakan.

Polisi juga mengungkapkan bahwa AY meraup keuntungan Rp52,5 juta dari aksi penyelundupan tersebut. Para pelaku dijerat dengan pasal terkait keimigrasian dan perdagangan orang.

“Ancaman hukumannya antara tiga hingga 15 tahun penjara,” kata Iptu Adi Wahyu Nurhidayat.

Penyidik terus berupaya mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Jasa Pembuatan Website Aceh

Sukseskan bisnis anda dengan website yang menarik dan berkualitas.

Terbaru ⟶

Baca juga