Selasa, Maret 3, 2026
BerandaBerita TerkiniDongkrat Ekonomi, Prabowo...

Dongkrat Ekonomi, Prabowo Bakal Susun Ulang Peta Jalan BUMN

HABAKITA – Drajad Wibowo, anggota Dewan Pakar TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, mengatakan Presiden terpilih Prabowo Subianto akan menyusun ulang peta jalan BUMN strategis Indonesia.

Langkah ini bertujuan untuk menumbuhkan perekonomian Indonesia hingga 8 persen per tahun.

“Pemerintah perlu menyusun ulang Peta Jalan BUMN Strategis Indonesia. Salah satu alasannya, karena Pak Prabowo ingin memajukan industri militer dan industri strategis kita,” ujar Drajad.

Drajad menekankan industri militer menjadi salah satu prioritas penting Prabowo.

“Pengembangan industri militer tidak bisa berjalan jika industri strategis tidak maju,” katanya.

Menurut Drajad, kemajuan industri strategis akan berdampak positif pada berbagai sektor lain, termasuk perkeretaapian, perkapalan, pesawat terbang, industri baja, telekomunikasi, hingga teknologi informasi.

Drajad juga menekankan bahwa BUMN industri strategis tidak bisa berorientasi pada keuntungan semata.

“Tupoksi BUMN strategis perlu diredefinisi. Mereka harus menguasai inovasi dan teknologi termaju, tapi dengan pengawasan dan audit yang ketat terhadap biayanya,” tambahnya.

Kinerja sejumlah industri strategis Indonesia, seperti PT PAL, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Krakatau Steel Tbk, belakangan ini kurang menggembirakan.

Sementara itu, ekonom Prof. Didik J. Rachbini menegaskan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memegang peranan sentral pada masa pemerintahan mendatang.

Menurut Didik, kegagalan mendorong ekonomi tumbuh di atas 6 persen disebabkan oleh pertumbuhan rendah di sektor industri.

“Kemenperin berperan sangat terbatas dengan kebijakan yang lemah dan tidak signifikan untuk memajukan sektor industri,” kata Didik pada Selasa (18/6/2024).

Dia menyebut sektor industri terus tumbuh di bawah 5 persen sehingga tidak mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi tinggi.

Didik menilai bahwa jika kebijakan industri tidak berubah, janji Prabowo untuk memajukan ekonomi yang tumbuh tinggi sulit tercapai.

“Pertumbuhan ekonomi akan selalu di bawah 5 persen karena terseret pertumbuhan industri yang sangat rendah,” ujarnya.

Dia menekankan bahwa kunci sukses pemerintahan Prabowo terletak pada kemampuan membenahi Kemenperin dan kebijakan industrinya. Tanpa itu, Indonesia akan menjadi underdog di ASEAN.

Didik juga menyebut ekonomi Indonesia mengalami stagnasi pertumbuhan karena bertumpu pada konsumsi dan sektor jasa yang tidak modern.

“Ekonomi kehilangan lokomotifnya, sehingga pertumbuhannya rendah atau moderat saja,” katanya.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen, Didik menilai perlu ada perubahan signifikan dalam kebijakan industri.

“Kunci sukses terletak pada berhasil atau tidaknya membenahi Kementerian Industri dan kebijakan industrinya,” tutup Didik.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Jasa Pembuatan Website Aceh

Sukseskan bisnis anda dengan website yang menarik dan berkualitas.

Terbaru ⟶

Baca juga