HABAKITA – Tani Merdeka Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan nasib petani, peternak, dan nelayan di wilayah Semarang. Hal itu disampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama petani.
Koordinator Wilayah (Korwil) Keresidenan Semarang Tani Merdeka Indonesia, Beni Subagio, mengatakan Tani Merdeka Indonesia hadir sebagai wadah perjuangan nyata bagi pelaku sektor pertanian. Peran itu tidak hanya sebatas kegiatan seremonial.
“Tani Merdeka bertekad membantu petani, peternak, dan nelayan dalam memperjuangkan kebutuhan pertanian serta menyelesaikan berbagai permasalahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai persoalan masih dihadapi petani di lapangan. Masalah pupuk menjadi keluhan utama. Petani sering kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Harga di tingkat kios juga kerap melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kondisi ini berdampak langsung pada biaya produksi. Petani harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk menjaga hasil panen tetap optimal. Situasi ini dinilai menekan keuntungan petani.
Selain pupuk, harga hasil panen juga menjadi perhatian. Beni menyebutkan harga yang diterima petani sering tidak sebanding dengan biaya produksi. Kondisi ini membuat kesejahteraan petani sulit meningkat.
Tani Merdeka Indonesia mendorong pemerintah menetapkan kebijakan harga yang lebih berpihak pada petani. Harga jual diharapkan mampu menutup biaya produksi sekaligus memberi keuntungan yang layak.
Masalah lain juga muncul di lapangan. Serangan hama tikus masih sering terjadi di sejumlah daerah. Kerusakan jaringan irigasi juga menghambat produktivitas pertanian.
Dua persoalan tersebut dinilai berisiko besar. Produksi bisa menurun bahkan berujung gagal panen jika tidak segera ditangani.
Tani Merdeka Indonesia menyatakan siap menjadi jembatan antara petani dan pemerintah. Organisasi ini membuka ruang laporan dari petani jika menemukan kelangkaan pupuk atau harga yang tidak wajar.
Laporan tersebut akan diteruskan ke pihak terkait. Tani Merdeka Indonesia juga siap mendorong penindakan jika ditemukan pelanggaran di lapangan.
Langkah ini diharapkan mempercepat penanganan masalah. Petani tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan solusi.
Organisasi ini juga menargetkan penguatan kelembagaan ke depan. Pengurus di daerah didorong lebih aktif menjangkau petani hingga tingkat desa.
Beni menegaskan Tani Merdeka Indonesia ingin berkembang menjadi organisasi yang modern dan profesional. Penguatan organisasi dinilai penting agar mampu memberi dampak nyata.
Tani Merdeka juga berupaya memperluas jaringan dengan berbagai pihak. Kolaborasi dianggap penting untuk mempercepat solusi di sektor pertanian.
Kehadiran organisasi ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian di daerah.[]


