HABAKITA – Otoritas Ukraina mengatakan Rusia melancarkan serangan besar-besaran pada Jumat (21/6/2024) malam, yang menargetkan infrastruktur energi di wilayah barat dan selatan Ukraina.
“Peralatan di fasilitas Ukrenergo di wilayah Zaporizhzhia dan Lviv rusak,” kata Kementerian Energi Ukraina. Serangan ini juga menyebabkan dua karyawan terluka dan dirawat di rumah sakit di Zaporizhzhia.
Kementerian Energi Ukraina menyebutkan, ini adalah serangan kedelapan dalam tiga bulan terakhir terhadap fasilitas infrastruktur energi.
Serangan rudal dan drone dari Rusia telah melumpuhkan kapasitas pembangkit listrik Ukraina, memaksa Kyiv melakukan pemadaman listrik dan mengimpor pasokan dari Uni Eropa.
Pada Kamis (20/6/2024), pihak berwenang Ukraina mengatakan bahwa infrastruktur energi, termasuk pembangkit listrik, rusak dalam serangan besar semalam yang menyebabkan tujuh karyawan terluka.
DTEK, perusahaan energi swasta terbesar di Ukraina, menyebut serangan-serangan tersebut menyebabkan “kerusakan serius” pada salah satu pembangkit listriknya.
Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa serangan Rusia telah menghancurkan setengah dari kapasitas energi Ukraina.
Dia juga mengatakan bahwa semua rumah sakit dan sekolah di Ukraina harus dilengkapi dengan panel surya secepat mungkin untuk mengatasi krisis energi.
“Kami melakukan segalanya untuk memastikan bahwa upaya Rusia untuk memeras kami dengan panas dan listrik akan gagal,” ujarnya.
Kepala eksekutif DTEK, Maxim Timchenko, memperingatkan bahwa Ukraina menghadapi krisis serius pada musim dingin ini jika sekutu-sekutu Barat tidak memberikan bantuan militer untuk mempertahankan jaringan energi.
Zelensky terus mendesak sekutu-sekutu Ukraina untuk mengirimkan lebih banyak sistem pertahanan udara untuk melindungi infrastruktur vital negara tersebut.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, mengatakan pada Kamis bahwa Washington akan memprioritaskan pengiriman rudal anti-udara ke Kyiv.
Zelensky mengungkapkan rasa terima kasihnya dalam sebuah pesan di X. “Kemampuan pertahanan udara tambahan ini akan melindungi kota-kota dan warga sipil Ukraina,” tulisnya.[]


