HABAKITA – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) terus melakukan penguatan struktur organisasi bagian dari komitmen membesarkan peran pedagang pasar dalam pembangunan ekonomi nasional.
Sejak berdiri pada 2004 lalu, APPSI menjadi rumah besar bagi para pedagang pasar tradisional di seluruh Indonesia. Kini, organisasi tersebut memasuki babak baru dengan langkah konsolidasi yang lebih terarah dan sistematis.
Melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Jumat, 28 Februari 2026, Ketua Umum DPP APPSI yang juga Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menunjuk Don Muzakir sebagai Ketua Harian DPP APPSI. Dia diminta untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat daerah.
Rakernas dihadiri para Ketua DPW APPSI se-Indonesia, Ketua DPD, hingga Ketua Cabang. Forum ini menjadi momentum konsolidasi nasional untuk memastikan APPSI semakin solid, responsif, dan mampu menjawab tantangan pedagang pasar di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Don Muzakir mengatakan dirinya menerima mandat untuk menjalankan roda organisasi dengan fokus membangun struktur hingga ke tingkat cabang di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Ia menegaskan, penguatan struktur bukan sekadar formalitas organisasi, tetapi langkah konkret untuk memperluas jangkauan pelayanan dan pendampingan kepada pedagang.
“APPSI harus hadir sampai ke akar rumput. Struktur yang kuat akan memudahkan kita melakukan pendampingan, pemberdayaan, dan advokasi kebijakan,” kata Don Muzakir, pada Jumat, 28 Februari 2026.
Menurut Don Muzakir, ke depan APPSI akan memperkuat pendampingan bagi pedagang pasar, termasuk dalam aspek manajemen usaha, akses permodalan, hingga literasi keuangan. Pemberdayaan pedagang menjadi prioritas agar mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Selain itu kata Don Muzakir, APPSI juga akan mendorong penguatan koperasi pedagang sebagai tulang punggung ekonomi pasar tradisional. Koperasi dinilai menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi tawar pedagang, baik dalam pengadaan barang maupun akses pembiayaan. Pendampingan UMKM yang berada di lingkungan pasar juga akan ditingkatkan agar mampu naik kelas dan lebih kompetitif.
Don Muzakir mengaku, APPSI berkomitmen mengawal kebijakan pemerintah agar berpihak kepada pedagang pasar. Organisasi ini akan aktif menyuarakan aspirasi pedagang, termasuk terkait penataan pasar, perlindungan dari praktik usaha yang tidak adil, hingga akses terhadap program-program pemerintah. APPSI ingin memastikan setiap regulasi yang lahir benar-benar mempertimbangkan kepentingan pedagang kecil sebagai pelaku ekonomi rakyat.
“APPSI harus menjadi pengayom pedagang. Kita harus berani menyuarakan kepentingan mereka dan memastikan kebijakan yang diambil pemerintah tidak merugikan pedagang pasar,” kata Don Muzakir.
Lebih lanjut Don Muzakir mengatakan, dengan struktur yang semakin kuat dan jaringan yang semakin luas, APPSI menargetkan menjadi organisasi yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Digitalisasi pasar, peningkatan kualitas layanan, serta sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah akan menjadi agenda penting ke depan.
“Langkah konsolidasi ini kita berharap mampu memperbesar APPSI, tidak hanya dari sisi jumlah anggota, tetapi juga dari pengaruh dan kontribusinya dalam memperjuangkan ekonomi kerakyatan, kita ingin memastikan pedagang pasar tetap menjadi pilar utama distribusi pangan dan penggerak ekonomi di daerah,” pungkas Don Muzakir.[]


