HABAKITA – Penggunaan media sosial semakin luas. Informasi dapat menyebar dengan cepat, membawa manfaat sekaligus risiko. Salah satu risiko yang muncul ialah penyebaran fitnah dan informasi tidak benar kepada masyarakat.
Situasi ini juga menyasar Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah pihak dinilai memprovokasi masyarakat terkait program prioritas pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, energi, makan bergizi gratis, pendidikan, layanan kesehatan, penguatan ekonomi rakyat melalui Koperasi Merah Putih, pertahanan rakyat semesta, hingga percepatan investasi dan perdagangan global.
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengajak masyarakat bijak menggunakan media social, jangan mudah sekali menyebarkan fitnah terkait program yang langsung menyentuh masyarakat.
“Saat ini banyak fitnah murahan tersebar di media sosial terhadap program Presiden Prabowo yang sedang dijalankan.
Gunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat. Informasi positif bisa menumbuhkan optimisme dan semangat kebangkitan bangsa,” kata Don Muzakir.
Ia mengingatkan seluruh anggota Tani Merdeka Indonesia agar tidak ikut menyebarkan fitnah. Informasi yang disampaikan kepada petani dan masyarakat harus benar serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Pasukan Tani Merdeka harus berani melawan meluruskan informasi yang keliru dengan cara yang baik. Sampaikan fakta yang benar kepada masyarakat, terutama di wilayah pedesaan,” ujarnya.
Don Muzakir menekankan pentingnya memeriksa ulang sebelum membagikan informasi. Kesalahan di era digital dapat berdampak luas dan merugikan banyak pihak.
“Periksa dulu sebelum membagikan. Jangan sampai informasi salah merugikan masyarakat,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan era digital untuk kegiatan positif. Media sosial diharapkan menjadi sarana edukasi, berbagi pengetahuan pertanian, serta memperkuat persatuan. Sikap bijak dalam menggunakan teknologi dinilai menjadi kunci menjaga ketenangan sosial sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan nasional.[]


