HABAKITA – Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, meminta bank untuk meningkatkan pembiayaan bagi usaha mikro kecil (UMK) atau UMKM. Langkah ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Menurut data dari Kementerian Investasi/BKPM, hingga semester I 2024, terdapat 4,6 juta tenaga kerja yang terserap oleh UMK, dengan 778.100 orang di usaha mikro dan 3,91 juta orang di usaha kecil.
“Penyerapan tenaga kerja UMK sangat luar biasa. Kadang-kadang, kita kurang adil dalam hal modal untuk UMK. Jika bank bisa menambah pembiayaan, ini akan sangat membantu penciptaan lapangan pekerjaan,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 29 Juli 2024, dilansir dari Investor Daily.
Bahlil menjelaskan bahwa UMK memainkan peran penting dalam ekonomi nasional, namun pembiayaan yang diterima saat ini masih rendah. Dari total kredit perbankan Rp 6.300 triliun, UMK baru mendapatkan 18%. Pembiayaan tambahan diperlukan agar UMK bisa melakukan ekspansi dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
“UMKM menyumbang sekitar 60% dari PDB kita dan 99,9% unit usaha kita adalah UMKM. Kami akan terus mendorong kolaborasi antara investor dan UMKM,” tambahnya.
Hingga semester I 2024, investasi UMK mencapai Rp 127 triliun, dengan Rp 72,2 triliun untuk usaha mikro dan Rp 54,8 triliun untuk usaha kecil. Total proyek UMK yang tercatat adalah 2,4 juta proyek, terdiri dari 2,2 juta proyek usaha mikro dan 204.400 proyek usaha kecil.[]


