Rabu, Februari 11, 2026
BerandaBerita TerkiniKebutuhan Pengungsi Banjir...

Kebutuhan Pengungsi Banjir Aceh Berubah Seiring Pemulihan

HABAKITA – Berbagai upaya kemanusiaan terus dilakukan untuk merespons dampak banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Memasuki satu bulan pascabencana, bantuan tidak lagi terbatas pada logistik darurat. Penyaluran mulai menyesuaikan dengan kebutuhan lanjutan di lapangan.

Sejumlah mitra kemanusiaan terlibat, antara lain Save the Children, Rumah Zakat, Kitabisa, Baitul Maal Merapi Merbabu, Illuni FKUI, serta organisasi lain. Bantuan disalurkan bertahap sesuai perkembangan kondisi di wilayah terdampak.

Astri Wahyuni, Director of Corporate Affairs ParagonCorp, menekankan pentingnya kolaborasi. “Penyaluran bantuan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat,” ujarnya melalui keterangan resmi, pada Rabu 14 Januari 2026.

Selain logistik, dukungan diarahkan pada keberlangsungan layanan kesehatan. Salah satunya penyaluran genset berkapasitas 250 kVA ke RSUD Langsa. Fasilitas rujukan ini melayani masyarakat di Langsa, Aceh Tamiang, hingga Aceh Timur. Ketersediaan listrik stabil menjadi faktor penting bagi layanan medis, terutama dalam situasi darurat.

Kebutuhan warga terdampak banjir kini lebih beragam. Jika pada fase awal bantuan difokuskan pada kebutuhan darurat, saat ini kebutuhan mencakup akses air bersih, perlengkapan sanitasi, layanan kesehatan, hingga pendampingan psikososial bagi anak-anak dan keluarga di lokasi pengungsian.

Organisasi Human Initiative mencatat Kabupaten Aceh Tamiang masih menghadapi kebutuhan mendesak. Pimpinan Human Initiative, Ferdiansyah, menyampaikan korban terdampak masih membutuhkan perlengkapan kebersihan, selimut, matras, kasur, serta layanan kesehatan dan dukungan psikososial bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.

“Sebagian besar warga sudah mulai menerima bantuan, tetapi kebutuhan lanjutan tetap harus dipenuhi,” kata Ferdiansyah.

Situasi pascabencana menunjukkan bahwa pemulihan tidak berhenti pada distribusi logistik awal. Bantuan harus berlanjut dengan fokus pada kesehatan, kebersihan, dan dukungan psikososial. Anak-anak di pengungsian membutuhkan ruang aman untuk belajar dan bermain. Lansia serta kelompok rentan memerlukan perhatian khusus agar tidak terabaikan.

Upaya bersama ini menjadi penanda bahwa fase pemulihan membutuhkan disiplin, koordinasi, dan keberlanjutan. Bantuan yang tepat sasaran akan menentukan seberapa cepat masyarakat terdampak bisa kembali bangkit.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Jasa Pembuatan Website Aceh

Sukseskan bisnis anda dengan website yang menarik dan berkualitas.

Terbaru ⟶

Baca juga