HABAKITA – Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Mujiburrahman, menjadi penceramah dalam Salat Tarawih di Masjid Raya Baiturrahman, pada Kamis 6 Maret 2025.
Dalam ceramahnya, ia mengangkat tema tentang makna Ramadan sebagai bulan ujian keimanan dan peningkatan ketakwaan.
Menurutnya, puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai bentuk penguatan spiritual.
“Ramadan adalah momen untuk menguji keimanan kita. Jika kita mampu menjalaninya dengan baik, maka kita termasuk orang-orang yang bertakwa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam Islam, puasa memiliki dimensi akidah, syariah, dan akhlak. Akidah yang kuat menjauhkan seseorang dari hal-hal yang merusak keimanan.
Syariah memastikan ibadah berjalan sesuai tuntunan agama, sedangkan akhlak yang baik menjaga kualitas puasa agar tidak sia-sia.
Selain itu, ia mengingatkan Ramadan adalah kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbaiki hubungan sosial.
“Mari manfaatkan bulan suci ini untuk memperbanyak amal kebaikan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Ceramah tersebut disampaikan di hadapan jamaah yang memadati Masjid Raya Baiturrahman.
Di akhir tausiyahnya, Prof Mujiburrahman berharap agar umat Islam dapat menjalani Ramadan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan demi meraih keberkahan dari Allah SWT.[]


