Selasa, Februari 17, 2026
BerandaBerita TerkiniSudaryono: Koperasi Adalah...

Sudaryono: Koperasi Adalah Embrio Ekonomi Raksasa yang Harus Dikembangkan

HABAKITA – Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, menegaskan bahwa koperasi bukan hanya usaha kecil, tetapi merupakan embrio ekonomi raksasa yang harus terus dikembangkan.

Sudaryono, yang juga Direktur Eksekutif Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN Coop), menyampaikan hal ini dalam acara Sarasehan Penggerak Koperasi Perhimpunan BMT Indonesia di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa, 16 Juli 2024.

Sebagai calon Gubernur Jawa Tengah dan mantan asisten pribadi Presiden terpilih Prabowo Subianto, Sudaryono berkomitmen untuk mendorong pemerintah memberikan perhatian lebih kepada koperasi.

“Koperasi ini dari kita, oleh kita, untuk kita. Kami, termasuk Pak Prabowo, sangat mendukung koperasi. Koperasi itu tidak hanya perlu dibina, tetapi juga ditingkatkan. Peran negara sangat besar dalam perekonomian Indonesia,” kata Sudaryono.

Baca juga:  Selama Tanggap Darurat, Kemenag Kucurkan Rp19,3 Miliar untuk Pemulihan Fasilitas Keagamaan dan Pendidikan di Aceh

Sudaryono menekankan bahwa koperasi sering dianggap kecil karena banyak yang mengurusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, di negara-negara maju seperti Jepang dan Swiss, koperasi telah tumbuh menjadi badan usaha besar.

“Saya tidak setuju koperasi dikaitkan dengan usaha mikro dan kecil. Banyak koperasi yang memiliki aset triliunan. Termasuk BMT Indonesia juga memiliki aset besar,” ungkap Sudaryono.

Sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Sudaryono melihat banyak peluang usaha besar yang bisa digarap koperasi, asalkan ada dukungan dari negara.

Baca juga:  Selama Tanggap Darurat, Kemenag Kucurkan Rp19,3 Miliar untuk Pemulihan Fasilitas Keagamaan dan Pendidikan di Aceh

“Ada banyak peluang, seperti perdagangan ekspor-impor dan pengolahan sumber daya. Jika diberi kesempatan, banyak koperasi mampu melakukannya karena memiliki aset besar,” jelasnya.

Sudaryono juga mendukung agar koperasi bisa mengelola usaha yang biasanya dimiliki oleh korporasi. Namun, ia mengakui bahwa kelemahan koperasi terletak pada manajemen keuangan yang tidak dapat diaudit.

Ia mendorong koperasi untuk berbenah dan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan dalam mengelola dana publik.

“Negara belum bisa membesarkan koperasi karena laporan keuangannya tidak audited, sehingga kurang mendapat kepercayaan,” terang Sudaryono.

Pernyataan Sudaryono ini muncul setelah mendengar keluhan dari Perhimpunan BMT Indonesia tentang kurangnya dukungan pemerintah terhadap koperasi. Ketua Umum Perhimpunan BMT Indonesia, Mursida Rambe, berharap pada masa Presiden Prabowo, koperasi mendapat peran lebih dalam menggerakkan ekonomi negeri.

Baca juga:  Selama Tanggap Darurat, Kemenag Kucurkan Rp19,3 Miliar untuk Pemulihan Fasilitas Keagamaan dan Pendidikan di Aceh

“Kami berharap Pak Prabowo Subianto bisa mendorong UU Koperasi yang mendukung pertumbuhan koperasi dan menjawab persoalan-persoalan bangsa,” kata Mursida.

Mursida menambahkan bahwa pemerintah masih setengah hati dalam membesarkan koperasi. Ia berharap pada masa Presiden Prabowo, koperasi benar-benar menjadi penggerak ekonomi negeri.

“Kita tidak anti-kapitalis, tetapi kami ingin pemerintah berpihak secara seimbang. Kami berharap koperasi benar-benar menjadi penggerak ekonomi negeri, bukan hanya sekadar lip service,” jelas Mursida.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Jasa Pembuatan Website Aceh

Sukseskan bisnis anda dengan website yang menarik dan berkualitas.

Terbaru ⟶

Baca juga