Rabu, Februari 11, 2026
BerandaBerita TerkiniRupiah Dibuka Melemah,...

Rupiah Dibuka Melemah, Analis Prediksi Masih Bisa Menguat

HABAKITA – Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Selasa 20 Januari 2026 di Jakarta dibuka melemah 30 poin atau 0,18 persen ke level Rp16.985 per dolar AS. Sebelumnya rupiah berada di posisi Rp16.955 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat. Dolar AS tertekan aksi jual obligasi oleh investor.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang kembali tertekan oleh aksi jual obligasi AS oleh investor,” kata Lukman saat dihubungi di Jakarta, pada Selasa, 20 Januari 2026.

Aksi jual tersebut mendorong imbal hasil obligasi AS naik dari sekitar 4,13 persen menjadi 4,25 persen. Kondisi ini memberi tekanan tambahan pada dolar AS.

Potensi penguatan rupiah dinilai terbatas. Investor masih menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung Rabu, 21 Januari.

Terkait pengunduran diri Deputi Gubernur BI, Juda Agung, Lukman menilai hal itu tidak memberi dampak besar terhadap rupiah.

“Perihal pengunduran diri Deputi BI memang bukan hal yang positif, namun apapun alasannya, dampaknya tidak akan besar dibandingkan hal-hal yang dikhawatirkan saat ini seperti defisit anggaran dan prospek pemangkasan suku bunga BI,” ujarnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, kurs rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.700 hingga Rp17.000 per dolar AS. Pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi arah kebijakan BI dan dinamika pasar global, terutama terkait obligasi AS.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Jasa Pembuatan Website Aceh

Sukseskan bisnis anda dengan website yang menarik dan berkualitas.

Terbaru ⟶

Baca juga