Kamis, Februari 12, 2026
BerandaBerita TerkiniPresiden Prabowo Minta...

Presiden Prabowo Minta Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan

HABAKITA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar jajaran pemerintah memastikan harga dan ketersediaan pangan pokok strategis menjelang Ramadan. Fokus pengendalian dilakukan seminggu sebelum bulan puasa.

Teddy menegaskan perhatian pemerintah juga diberikan kepada daerah terdampak bencana.

“Bapak Presiden tidak ragu-ragu untuk memberikan semua yang diperlukan ke warga sesegera mungkin. Saat ini, sudah satu minggu menjelang bulan Ramadan dan Bapak Presiden ingin memastikan harga-harga, ketersediaan bahan pokok, bahan pangan, bahan-bahan yang dibutuhkan, khususnya di daerah yang terdampak bencana, itu (harus) benar-benar ada dan benar-benar terjangkau,” kata Teddy dalam konferensi pers Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada Selasa 11 Februari 2026.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan stok pangan pokok nasional masih aman.

Baca juga:  22 Pengurus DPD Tani Merdeka Se-NTT Dilantik, Ini Pesan Don Muzakir

“Stok (cadangan beras pemerintah) banyak. Sekarang stoknya 3,4 juta ton hari ini. Kemungkinan akhir bulan (bisa) 3,8 juta ton. Bulan Maret bahkan bisa 4 juta ton. (Bantuan pangan) kita percepat. SK-nya (penugasan) sudah,” ungkap Amran di Istana Negara.

Data Bapanas per 11 Februari 2026 mencatat stok beras Bulog mencapai 3,41 juta ton. Realisasi serapan produksi dalam negeri oleh Bulog sudah 240,4 ribu ton setara beras, melonjak lebih dari 500 persen dibanding minggu pertama Februari 2025 yang hanya 38,7 ribu ton.

Amran menambahkan stok pangan pokok lain juga mencukupi hingga Idulfitri.

“Jadi stok pangan menghadapi Ramadan, semua stok kita dua bulan ke depan, surplus. Lebih dari cukup. (Bahkan) ada bahan pokok kita itu yang swasembada dan ekspor. Semua cukup mulai dari minyak goreng, beras, bawang merah, dan seterusnya. Kemudian yang impor juga cukup. Jadi 12 bahan pokok lebih dari cukup sampai Idulfitri,” beber Amran.

Baca juga:  Pantau Hilal, Kemenag Aceh Perkirakan Awal Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026

Proyeksi Neraca Pangan Nasional Februari 2026 menunjukkan surplus beras hingga 14,83 juta ton di akhir Maret. Jagung diperkirakan surplus 4,99 juta ton, kedelai 295,1 ribu ton, bawang merah 60,1 ribu ton, cabai besar 73,38 ribu ton, cabai rawit 152,7 ribu ton, daging sapi/kerbau 176,78 ribu ton, daging ayam 586,2 ribu ton, telur ayam ras 267,25 ribu ton, gula konsumsi 768,77 ribu ton, dan minyak goreng 3,56 juta ton.

Amran mencontohkan bawang merah yang sudah swasembada. “Aman bawang merah. Bawang merah kan kita swasembada. Bahkan kita ekspor. Kalau tidak salah, tahun 2025 ekspor kurang lebih seribu ton. Jadi bawang merah kita sudah swasembada,” katanya.

Baca juga:  22 Pengurus DPD Tani Merdeka NTT Dilantik, Ebit: Semua Petani Wajib Dapat Akses Bantuan yang Sama

Sepanjang 2025, ekspor bawang merah mencapai 1.560 ton. Produksi nasional 1,43 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi 1,23 juta ton.

Untuk menjaga stabilitas harga, Amran menekankan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET), Harga Pembelian Pemerintah (HPP), dan Harga Acuan Penjualan (HAP).

“Ini persoalan rantai pasoknya. Kita benahi. Jadi ada HET, ada HPP, ada HAP. HET-nya kita tekankan, khususnya yang strategis, misalnya beras. Yang paling strategis beras kan, (lalu) minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur. Ini yang kita harus jaga betul,” ucap Amran.

Pemerintah juga menyiapkan intervensi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM), Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), serta bantuan beras dan minyak goreng untuk lebih dari 33 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Jasa Pembuatan Website Aceh

Sukseskan bisnis anda dengan website yang menarik dan berkualitas.

Terbaru ⟶

Baca juga