Rabu, Februari 11, 2026
BerandaBerita TerkiniCegah Lonjakan Harga...

Cegah Lonjakan Harga Daging Sapi, Satgas Saber Sidak RPH 

HABAKITA – Pemerintah bergerak cepat mencegah lonjakan harga daging sapi menjelang Ramadan. Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan turun langsung ke Rumah Potong Hewan (RPH) Intisari 4, Tangerang Selatan, setelah muncul informasi rencana kenaikan harga karkas.

“Kami mengunjungi RPH Intisari 4 setelah menerima informasi terkait adanya rencana RPH ini menaikkan harga sebesar Rp1.000 per kilogram dengan alasan rekondisi sapi dan faktor lainnya. Namun setelah kami telusuri bersama, ternyata di tingkat feedloter tidak terjadi kenaikan harga,” ungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa di Tangerang Selatan, dikutip pada Senin, 2 Februari 2026.

Satgas menilai rencana kenaikan harga perlu ditelusuri penyebabnya. Sebelumnya pemerintah bersama pelaku usaha penggemukan sapi/kerbau bakalan (feedloter) sudah sepakat tidak ada kenaikan harga berat hidup sapi/kerbau bakalan menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Kita minta RPH Intisari 4 segera melakukan penyesuaian dan tidak boleh menaikkan harga. Nah begitu di sini sudah menyesuaikan harga, (lalu) menurunkan harga kembali (seperti semula), maka pedagang lain pun tidak boleh menaikkan. Ini sebagaimana arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman,” tambah Ketut.

Ia menegaskan pasokan daging sapi/kerbau secara nasional masih mencukupi. Stabilitas harga harus dijaga agar tidak berfluktuasi. Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026 menunjukkan ketersediaan pangan pokok strategis cukup untuk tiga bulan ke depan, bertepatan dengan Ramadan dan Idulfitri.

Komoditas daging sapi/kerbau dipastikan aman sampai Maret. Total ketersediaan Januari–Maret 2026 mencapai 185,4 ribu ton, terdiri dari stok awal 41,6 ribu ton, produksi dan pemotongan sapi/kerbau bakalan 125,2 ribu ton, serta impor daging beku 18,5 ribu ton. Angka konsumsi nasional berada di 179 ribu ton.

Sementara itu Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, memastikan RPH Intisari 4 berkomitmen mengembalikan harga ke semula.

“Tadi sudah ditelusuri, ternyata memang akan segera dilakukan pengembalian harga ke harga normal, karena memang harga di tingkat feedloter sampai dengan Lebaran nanti, maksimal di Rp55.000. Harga di tingkat feedloter saat ini masih normal, sehingga di RPH-nya juga harus dilakukan koreksi,” ujarnya.

Agung meminta pedagang daging eceran di pasar tradisional menjaga stabilitas harga.

“Kami harapkan seluruh pedagang daging eceran di pasar-pasar tradisional agar menjaga stabilitas harga daging ke tataran normal, termasuk saya juga minta para pedagang di bawah APDI maupun juga JAPPDI untuk menjual harga daging sapinya di harga yang sudah ditetapkan sesuai harga acuan yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pangan Nasional,” katanya.

Ia menegaskan tidak ada alasan kenaikan harga daging sapi maupun kerbau. Pemerintah sudah memastikan pasokan sejak tahun sebelumnya.

“Tidak ada (alasan harga naik) karena kita sudah menghitung ketersediaan sapi kita. Sapi bakalan kita, baik yang impor maupun lokal, tercukupi. Kita hitung kebutuhannya juga cukup. Jadi tidak ada alasan untuk menaikan harga sapi bakalan maupun daging sapinya di Ramadhan ini,” beber Agung.

“Dan ingat pemerintah sudah mengelontorkan untuk tahun 2026 (impor) sapi bakalan sebanyak 700 ribu ekor. Ini jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan sudah diberikan di akhir tahun 2025 kemarin,” katanya.

Kuota impor sapi dan kerbau bakalan untuk konsumsi tahun 2026 ditetapkan 700 ribu ekor, setara 189,7 ribu ton daging sapi/kerbau. Pelaku usaha swasta juga mendapat alokasi impor daging lembu 30 ribu ton.

Pengelola RPH Intisari 4, Imron, menyatakan komitmennya menarik rencana kenaikan harga.

“Saya dari pihak Intisari 4 menarik semua kenaikan harga daging dan disesuaikan kembali ke harga semula. Dan tukang daging juga jangan sampai menaikkan harga dagingnya di pasar, biar seimbang semua,” ungkapnya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Jasa Pembuatan Website Aceh

Sukseskan bisnis anda dengan website yang menarik dan berkualitas.

Terbaru ⟶

Baca juga